Mati Syahid Dalam Islam

🔰 Mati Syahid Dalam Islam 🔰
______________________________

📎Berkata Syaikh Al Albany -رحمه الله-:

“Syahid dalam islam ada dua keadaan:
– Dia meninggal syahid haqiqi
-Meninggal syahid namun tidak haqiqi.

▪ Jenis syahid yang pertama:

– Ialah mereka dari kalangan kaum muslim yang terbunuh di medan peperangan, dan dia berperang dijalan Allah.

👆Maka  yang demikian ini keadaanya dia adalah syahid haqiqi.

Hukum yang meninggal dalam keadaan syahid haqiqi:
1. Tidak dimandikan
2. Tidak dikafani
3. Dimakamkan bersama bajunya yang masih berlumuran darah yang suci.
4. Dan dimakamkan pada tempat dimana dia gugur.

Inilah beberapa hukum khusus bagi yang meninggal syahid di medan perang.

▪ Jenis kedua.

– Ialah yang dihukumi mati syahid. Namun jenis ini tidak sama hukumnya seperti pada syahid haqiqi.

📑Dan ini dinukilkan dari Syariat pada keadaan-keadaan tertentu saja yang dihukumi sebagai mati syahid, bahwa yang disifati meninggal dalam keadaan tertentu maka dia syahid.

📌Seperti pada sabda Rasulullah:
من مات دون ماله فهو شهيد، من مات دون دمه فهو شهيد، من مات دون أرضه فهو شهيد، ومن قتل بطنه فهو شهيد، ومن قتل في الغرق أو الهدم فهو شهيد، ومن قتل بداء السل فهو شهيد، المرأة الجمعاء تموت في نفاسها فهي شهيدة.

Artinya:
“Barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid, barang siapa meninggal karena penyakit perut maka dia syahid, barang siapa meninggal karena tenggelam dia syahid, barang siapa meninggal karena penyakit paru-paru maka dia syahid, dan perempuan yang meninggal karena melahirkan dalam keadaan masa nifas maka dia syahid.”

📎 Ini adalah beberapa contoh yang shohih dari Nabi -صلى الله عليه والسلام- bahwa beliau memutlakkan pada hadist tersebut kata syahid.

⚠Perlu diingat, bahwa para ulama mereka sepakat bahwa pemutlakkan syahid ini tidak mendapatkan keutamaan sebagaimana syahid haqiqi yang meninggal di medan perang, hanya saja dikatakan syahid menunjukkan keutamaan yang dekat dengan syahid haqiqi.

💡 Maksudnya adalah mereka yang disebutkan pada hadist tersebut mendapatkan keuatamaan yang tidak bisa disamai oleh manusia yang meninggal tidak dalam kondisi yang disebutkan oleh Rasulullah.
—————

Catatan hadis no 2:

ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺘﻴﻚ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ : ‏( ﺻﺤﻴﺢ ‏) ‏( ﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ ﺳﺒﻌﺔ ﺳﻮﻯ ﺍﻟﻘﺘﻞ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ : ﺍﻟﻤﻄﻌﻮﻥ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﻐﺮﻕ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﻤﺒﻄﻮﻥ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﺤﺮﻕ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﻮﺕ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﻬﺪﻡ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﻤﻮﺕ ﺑﺠﻤﻊ ﺷﻬﻴﺪﺓ )

Dari Jabir bin ‘Atik dengan sanad marfu’ : ( syuhada ada tujuh selain terbunuh dijalan Allah: yang matu karena wabah tha’un syahid, yang tenggelam syahid,yang mati karena sakit lambung (infeksi pada lambung) ia syahid, yang sakit perut syahid, yang mati terbakar syahid,yang mati terkena reruntuhan syahid, dan wanita yang mati setelah melahirkan syahid) (hadits shahih).

________________________
💻 Sumber:
🌐 http://www.sahab.net/home/?p=1618

📜 Alih bahasa:
Abu Zain Iding

          🌐📡 -WBF- 📡🌐

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s