Hukum Memanggil Nama Langsung Kepada Kedua Orang Tua

➾➾➾➾➾➾➾

📣💬❓HUKUM MEMANGGIL NAMA LANGSUNG KEPADA KEDUA ORANG TUA

❄ ❄ ❄

⛳ ﻗـــﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

☑ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﺃﺑﻮﻳﻪ ﺃﻭ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﺑﺎﺳﻤﻪ ﻟﻜﻨﻪ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺍﻷﺩﺏ ﺃﻥ ﻳﻔﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﺑﻞ ﻳﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﺃﻣﻲ ﻳﺎ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﻳﺎ ﺃﺑﻲ ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺿﺎﻑ ﺍﻻﺳﻢ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﻻ ﺑﺄﺱ ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﻓﻼﻥ ﻳﺎ ﻭﺍﻟﺪﺗﻲ ﻓﻼﻧﺔ ﺃﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﺍﺳﻤﻴﻬﻤﺎ ﺑﺪﻭﻥ ﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﻭﺻﻒ ﺍﻷﺑﻮﺓ ﺃﻭ ﺍﻷﻣﻮﻣﺔ ﻓﺈﻥ ﻫﺬﺍ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺧﻼﻑ ﺍﻷﺩﺏ .

ﺍﻟﺴــﺆﺍﻝ :

ﻃﻴﺐ ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻳﺎ ﺃﻡ ﻓﻼﻥ ؟

ﺍﻟﺸﻴـــﺦ :

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻛﻞ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻻ ﻳﻌﺪﻭﻥ ﻫﺬﺍ ﻣﺨﺎﻟﻒ ﻟﻸﺩﺏ .

ﺍﻟﺴــﺆﺍﻝ :

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ .

ﺍﻟﺸﻴـــﺦ :

↔ ﻓﻲ ﻣﻼﺣﻈﺔ ﻋﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬﺍ ﺇﺫﺍ ﻗﻠﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺪﺍﺀ ﺃﻣﺎ ﻓﻴﻤﺎ ﻟﻮ ﺃﺧﺒﺮ ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ ﻭﻋﻦ ﺃﻣﻪ ﻓﻼ ﺣﺮﺝ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻗﺎﻝ ﻓﻼﻥ ﻛﻤﺎ ﻭﻗﻊ ﺫﻟﻚ ﻟﺒﻌﺾ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻓﻤﺜﻼً ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮﻩ ﺍﺳﻤﻪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻓﻼﻥ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ ﻗﺎﻟﺖ ﻓﻼﻧﺔ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻨﺪﺍﺀ ﺷﻲﺀ ﻭﺍﻟﺨﺒﺮ ﺷﻲﺀ ﺁﺧﺮ ﻓﺎﻟﻨﺪﺍﺀ ﻳﻌﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺳﻮﺀ ﺍﻷﺩﺏ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﺩﻳﻪ ﺑﺎﺳﻤﻪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻭﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﻧﻪ ﻭﺻﻒ ﺍﻷﺑﻮﺓ ﺃﻭ ﺍﻷﻣﻮﻣﺔ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺨﺒﺮ ﻓﻼ ﻳﻌﺪﻭﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﻮﺀ ﺃﺩﺏ
.
.
ﻣﺼﺪﺭ ﺍﻟﻔﺘﻮﻯ :

📄🔵 http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_8186.shtml
※ ▼ ※ ▼ ※ ▼ ※

💬⭐ Syaikh ibnu utsaimin rahimahullah berkata :

📣✅ Boleh bagi seseorang memanggil ayahnya atau salah satu dari kedua (orang tua) nya dengan namanya, namun tidak termasuk beradab jika melakukan hal tersebut bahkan panggillah dengan ucapan wahai ummi, wahai orang tuaku, wahai ayahku. Jika disandarkan namanya kepada panggilan ini maka tidak mengapa, misal wahai ayahku Fulan, wahai ibuku Fulanah. Adapun jika kamu menyebut keduanya tanpa sifat kebapakan dan keibuan, maka ini dianggap menyelisihi adab.

🔘 Pertanyaan :

❓💐 Bagaimana jika dia berkata Wahai Ummu Fulan?

🔘 Syaikh :

❎ Setiap orang tidak membiasakan dengan hal-hal yang menyelisihi adab. 

🔘 Pertanyaan :

🔻Baarakallahu fiykum (Semoga Allah memberkahi Anda.)  

🔘 Syaikh :

↔ Dalam memperhatikan hal-hal yang telah lalu, dan ini ketika kamu menyatakan dalam panggilan yang sifatnya mengabarkan tentang ayahnya dan ibunya maka tidak mengapa mengatakan : Fulan telah berkata sebagaimana hal itu terjadi pada sebagian sahabat -radhiyallahu ‘anhum- , misalnya jika ayahnya bernama ‘ Abdullah, maka dikatakan : Abdullah bin Fulan telah berkata begini dan begitu, Fulanah telah berkata begini dan begitu, akan tetapi panggilan tersebut adalah satu hal dan khobar (berita) adalah hal lainnya. Maka jika manusia membiasakan dengan hal ini termasuk adab yang jelek yaitu memanggil dengan namanya langsung tanpa diiringi sifat kebapakan dan sifat keibuan, adapun yang sifatnya berita maka tidak dianggap adab yang jelek.

ºººººººººººº

✍ Syabab Ashhabus Sunnah

📜➧Untuk fawaaid lainnya bisa kunjungi website kami:
🌏 http://www.ittibaus-sunnah.net

◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉
📌 أصحاب السنة
⭐ 🌿 ⭐ 🌿 ⭐

✪ASHHABUS SUNNAH✪

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s