Apakah Shalatnya Anak-anak Di Shaff Memutuskan Shaff?

•:
❁✿❁
🔰 Silsilah Fiqih Shalat 🔰
━━━━━━━━━━━━━━
🔘 APAKAH SHALATNYA ANAK-ANAK DI SHAFF MEMUTUSKAN SHAFF?
━━━━━━━━━━━━━━
✍ Fadhilatus Syaikh Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin _rahimahullah_:

📝 *Pertanyaan*:
【 Di salah satu masjid ada sebuah halaqat anak-anak (perkumpulan) untuk menghafal al-Quran al-Karim. Dan anak-anak datang di sebelah orangtua mereka dengan harapan agar mereka tidak bermain-main satu sama lainnya. Dan aku tidak tahu apa hukum hal tersebut; karena mereka dapat memutuskan shaff (barisan shalat)? 】

✍ *Syaikh*: yakni: kesimpulan pertanyaan Anda: apakah boleh bagi anak-anak berada di dalam shaff?

📜 *Jawaban*:
《 Iya. Boleh anak-anak berada di shaff sekalipun mereka memutuskan shaff; karena mereka manusia bukan batu dan bukan juga tiang. Maka *mereka tidaklah memutuskan shaff*, dan *tidak boleh* bagi seseorang untuk menjauhkan mereka dari tempat mereka -juga- sekalipun mereka berdiri di belakang imam secara langsung di shaff pertama. Maka tidak halal bagi seseorang pun untuk menjauhkan mereka dari tempat mereka; karena Nabi ﷺ bersabda:

*«من سبق إلى ما لم يسبق إليه مسلم فهو أحق به»* ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ (ﺻ 455)

_”Barangsiapa yang lebih dahulu kepada apa yang belum didahului oleh seorang muslim maka dia lebih berhak dengannya.”_ [HR. Abu Dawud (hal. 455), *hadits didha’ifkan syaikh Albani rahimahullah di dalam _Al-Irwa_ no. (1555), pent*]

▪️ Dan dikarenakan pengaturan mereka serta pengusiran kepada mereka dari tempat ini akan menghantarkan kepada kebencian mereka kepada masjid dan penghuni masjid;

▪️ dan dikarenakan pengusiran kepada mereka dari yang demikian akan menyebabkan timbulnya permusuhan di antara bapak-bapak mereka dan pengusiran terhadap mereka (para orangtua anak);

▪️ dan karena pengaturan kepada mereka dari yang demikian akan menyebabkan terkumpulnya anak-anak pada satu shaff, sehingga terjadi kegaduhan mereka dan membuat manusia lebih sibuk untuk mengurusi mereka. Adapun sabda Rasul ﷺ :

*«لِيَلِيَنِّي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى»* رواه أحمد (16482)

_”hendaknya yang berada di belakangku adalah orang yang pandai dan orang yang cerdik.”_ [HR. Ahmad, no. (16482), Pent]

🔹 maka (tentunya) Allah lebih kita dahulukan, dan di atas setiap pendapat tentu ada pendapat yang lebih kuat lagi selain firman Allah ‘Azza wa Jalla. Akan tetapi apa makna hadits tersebut? Apakah Rasul ﷺ mengatakan:

_”jangan ada yang berada di belakangku kecuali orang yang pandai dan orang yang cerdik.”_?

Sehingga kita mengatakan: usir mereka (anak-anak) itu. *Maknanya*: bahwa orang yang pandai dan cerdik wajib atas mereka untuk maju ke depan hingga mereka lah yang menjadi orang-orang setelah imam, dan bedakan antara mengatakan:

_”jangan ada yang berada di belakangku kecuali orang yang pandai dan orang yang cerdik.”_

Dengan sabda beliau:

_”hendaknya yang berada di belakangku adalah orang yang pandai.”_ 》

         •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

📚 Silsilah Liqa-at Al-Bab Al-Maftuh > Liqa Al-Bab Al-Maftuh [106].

🔉 _*Audio dapat didengar di*_:

[Halaman: 1 dari 2]

#fatawa #fiqih_shalat #shaff #anak-anak #imam #shalat_berjamaah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s