Surat al-Maidah 51

Yuk Kenal Nu:
📖 Surat al-Maidah 51

🌏 PANDANGAN BEBERAPA TOKOH NU

💥 Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menilai bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan sekarang ini, baik untuk negara maupun dalam level daerah adalah pemimpin yang bisa dipercaya dan mampu membawa kemajuan atas daerah yang dipimpinnya.

☄ Kriteria itu bisa didapatkan dari seorang pemimpin muslim maupun non muslim karena sejatinya keduanya sama-sama punya hak untuk menjadi pemimpin.

⚡️ “Muslim dan non muslim punya hak sama untuk jadi pemimpin. NU tidak dalam posisi mendukung, apalagi menghalangi orang untuk menjadi pemimpin,” kata KH Ahmad Ishomuddin, dalam acara Halaqoh Kaum Muda NU Jakarta dengan tema Pilkada “Kesetiaan Pada Pancasila dan UUD 1945” di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2016).

☔️ Menurut dia, ramainya perdebatan mengenai pemimpin yang dikaitkan dengan SARA lebih karena tidak memahami tafsir dan asbabunnuzul dari ayat yang dijadikan dalil.

🚲 Seperti ayat 51 Surat al-Maidah, kata dia, merujuk tafsir terdahulu, yang dimaksud bukanlah untuk pemimpin seperti gubernur. Melainkan karena konteks saat itu yang sedang dalam kondisi perang.

💰Setali tiga uang dengan apa yang disampaikan oleh salah seorang kader NU, Nusron Wahid, mantan ketua GP Anshor. “Ketemu terjemahan Alquran dalam bahasa Indonesia berbeda kok bingung. Dari 16 kitab tafsir yang saya miliki, makna awliya memang beda-beda,” ujarnya lewat kicauan di Twitter.

💼 “Salah satu guru saya waktu ngaji tafsir al Ibriz–dalam bahasa Jawa–awliya dimaknai “bolone”, bukan “pemimpin”. Bolo itu lawan katanya musuh.”

🕶 Pengertian bolo dan musuh berarti turunnya ayat ini dalam suasana perang. Sebab dalam situasi damai, tidak ada bolo dan musuh. Semua saudara.

📚 BIMBINGAN ULAMA AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH

💺 Sekarang mari kita perhatikan kembali bagaimana para ulama ahlussunnah waljama’ah memahami dan menerapkan ayat ini. Salah seorang ulama tafsir yang bermadzhab Syafi’i, yaitu Imam Ibnu Katsir rahimahullah, dalam kitab beliau yang terkenal dengan “Tafsir Ibnu Katsir” memberikan penjelasan pada surat al-Maidah ayat 51,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥١﴾

📖 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebagian mereka adalah auliya bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (al-Maidah: 51)

💥 Allah subhanahu wa ta’ala melarang hamba-hamba-Nya yang beriman mengangkat orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani sebagai wali mereka, karena mereka adalah musuh-musuh Islam dan para penganutnya; semoga Allah melaknat mereka. Kemudian Allah memberitahukan bahwa sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Selanjutnya Allah MENGANCAM orang mukmin yang melakukan hal itu melalui firman-Nya:

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

♨️ “Barangsiapa di antara kalian mengambil mereka menjadi walinya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.”

💺 Lalu Imam Ibnu Katsir rahimahullahu menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu,

✍ “Bahwasanya Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu memerintahkan Abu Musa al-Asy’ari  radhiallahu ‘anhu bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan pemerintah dilakukan oleh satu orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tadi. Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu pun kagum dengan hasil pekerjaannya.

📢 Ia  berkata: ‘Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami?’

✏️ Abu Musa menjawab:

✋ ‘Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram’.

💺 Umar bertanya:

❓ ‘Kenapa? Apa karena ia junub?’

💦 Abu Musa menjawab: ‘Bukan, karena ia seorang Nasrani’.

💯 Umar pun menegurku dengan keras dan memukul pahaku dan berkata: ‘pecat dia!’.

🎯 Umar radhiallahu ‘anhu lalu membacakan ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥١﴾

📖 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebagian mereka adalah auliya bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (al-Maidah: 51)

📒 (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).

✏️ Dari penjelasan Imam Ibnu Katsir rahimahullahu dan penerapan yang dilakukan oleh khalifah Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu menunjukkan bahwa ayat ini tidak hanya berlaku saat kondisi perang. Kondisi damai pun ayat ini harus diterapkan.

✅ Ayat ini sangat jelas menunjukkan larangan bagi kaum muslimin untuk menjadikan orang kafir sebagai walinya. Memang wali bisa diartikan dengan teman dekat, orang kepercayaan (tangan kanan atau sekretaris atau asisten pribadi), pemimpin, pemegang jabatan, dll.

⚠️ Justru kisah khalifah Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu mempertegas akan makna ayat, larangan seorang gubernur mengambil sekretaris urusan pemerintahan kepada seorang Nasrani. Lalu bagaimanakah dengan jabatan yang jauh lebih tinggi, semisal gubernur. Suatu jabatan yang mengurusi hajat hidup dan keberagamaan umat Islam. Tentunya larangan tersebut akan lebih berat.

❎ Suatu ironi, Nusron Wahid bukan hanya memberikan statemen, tapi membela mati-matian seorang calon gubernur nonmuslim.

🚨 Tidak ingatkah Nusron dengan ayat setelahnya, Allah ta’ala menyebutkan:

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ  ﴿٥٢﴾

🛰 “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada PENYAKIT dalam HATINYA bersegera mendekati mereka (yahudi dan nasrani)…” (al-Maidah: 52)

⛵️ Mudah-mudahan warga NU bisa terjauhkan dari pemimpin yang menjauhkan umat dari agamanya.

🚀 Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/11/25/surat-al-maidah-51/

💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷💎🌷

🌏🚀 Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

🌷💐 Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s